Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tokoh

Dunia di Balik Jeruji: Kesaksian Perlawanan

Gambar
"Dunia di Balik Jeruji: Kesaksian Perlawanan" Mengkaji catatan bung Wilson dari penjara, saya ingin memulai dengan mengutip bebas ucapan Jusuf Kalla sebelum ia dilantik resmi menjadi wakil presiden. Apa yang diucapkan mencerminkan niat baiknya setika ia mengimbau agar pengalihan kepemimpinan nasional berlangsung santun dan damai, tanpa menghujat pimpinan yang mundur. Sesuatu yang agaknya diharapkan menjadi tradisi dalam prilaku kita berpolitik. Semua itu diperlukan demi rekonsialisasi bangsa, demikian harapan Jusuf Kalla.   "Dunia di Balik Jeruji: Kesaksian Perlawanan" Kata Pengantar                           Joesoef Isak    P enggunaan kata "menghujat" (menghujah) terasa seakan kita berada di wilayah agama, sehingga apabila kita menghujat maka kita telah membuat suatu dosa besar. Sebenarnya bukan hanya dari...

Selamat Jalan Pram

                                             PRAMOEDYA Jasad Pramoedya Ananta Toer diturunkan ke liang lahat. Tanah diuruk. Saat itu, sekitar pukul empat sore, separuh langit Jakarta gelap, udara hamil hujan—seakan-akan persiapan adegan akhir perkabungan di Karet Bivak itu. Sebuah lagu tiba-tiba terdengar, di-nyanyikan bersama dengan khidmat, terutama oleh mereka yang muda:                     Di negri permai ini                     Berjuta Rakyat bersimbah rugah                      Anak buruh tak ...

Des Alwi

    Des Alwi    Des Alwi adalah seonggok sejarah Indonesia dalam miniatur yang padat. Juga berwarna-warni. Jika kita lihat lelaki ini duduk di bawah pohon ketapang berumur 100 tahun yang menaungi halaman hotelnya di Bandaneira, jika kita ingat sosok yang tambun tinggi itu sudah ada di tempat itu pada 1936 dan, sebagai anak kecil, melihat Hatta dan Syahrir jadi orang buangan yang turun dari kapal dengan paras pucat, kita bisa iri kepadanya: begitu banyak yang telah dilihatnya, begitu beragam pengalamannya, begitu pas ia di pulau Maluku itu. Begitu “Indonesia”.    Des Alwi seperti Bandaneira: elemen yang sering tak diingat, tapi saksi penting dari riwayat Indonesia—dalam hal ini Indonesia sebagai sebuah perjalanan kemerdekaan. “Di sini,” kata Rizal Mallarangeng, yang telah dua kali ke Bandaneira dengan rasa kagum kepada para perintis kemerdekaan yang dibuang ke pulau itu, “bermula apa yang kemudian menjadikan In...

Soekarno adalah Indonesia

Gambar
  Soekarno adalah Indonesia    Indonesia adalah Soekarno     Pengantar : Soebadi Satrosatomo Sekitar puluhan tahun yang lalu, Bung Karno mem­perkenalkan satu istilah baru. Marhaenisme . Terminologi ini diambil dari nama seorang petani kecil di daerah Priangan, yaitu desa Cigereleng, di bagian selatan dari Bandung.    Mengapa memakai nama Marhaenisme?      Bung Karno memakai nama itu setelah melalui penelitian yang lama dan mendalam, beliau menemukan bahwa proses pemiskinan rakyat Indonesia adalah akibat adanya berbagai sistem eksploitasi (penghisapan) yang dilakukan oleh berbagai sistem kekuatan pula terhadap rakyat Indonesia. Dari studinya mengenai sejarah pertumbuhan masyarakat Indonesia, Bung Karno menemukan bahwa pada masa kerajaan-kerajaan berkuasa di negara kita, sebagian besar rakyat Indonesia dieksploatir oleh sistem feodalisme. Kemudian tatkala penjajah Eropa datang ke...